Kategori: Berita

  • Wagub Aceh Fadhlullah Mediasi Persilisihan APBK, Pemkab dan DPRK Aceh Singkil Capai Kesepakatan

    Wagub Aceh Fadhlullah Mediasi Persilisihan APBK, Pemkab dan DPRK Aceh Singkil Capai Kesepakatan

    Wakil Gubernur Aceh H Fadhlullah bersama Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon dan anggota DPRK setempat melakukan salam kompak usai mediasi perselisihan terkait pengesahan APBK Aceh Singkil 2026 di rumah dinas Wakil Gubernur, Sabtu (18/4/2026).

    Wagub Aceh Fadhlullah Mediasi Persilisihan APBK, Pemkab dan DPRK Aceh Singkil Capai Kesepakatan

    2 weeks ago
    Berita Terbaru, Kab. Aceh Singkil, LINTAS ACEH, PEMERINTAHAN

    128 Views

    Related Articles

    Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, kembali menyelesaikan perselisihan antara Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil terkait pengesahan Rancangan APBK Tahun 2026.

    Proses mediasi berlangsung intens sejak siang hari di Kantor Gubernur Aceh dan berlanjut hingga malam di rumah dinas Wakil Gubernur, pada Sabtu (18/4/2026).

    Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan tercapainya kesepakatan bersama.

    Perselisihan antara kedua pihak sebelumnya menghambat pengesahan APBK Aceh Singkil 2026. Akibatnya, daerah tersebut menjadi salah satu yang paling terlambat menetapkan anggaran di Aceh, meskipun batas waktu pengesahan telah ditetapkan pada November 2025.

    Fadhlullah menegaskan pentingnya komitmen dari kedua belah pihak untuk menjalankan kesepakatan yang telah dicapai. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengingkari hasil mediasi demi menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

    “Keharmonisan antara pemerintah kabupaten dan DPRK menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan Aceh Singkil,” ujar Fadhlullah.

    Ia juga meminta agar sidang paripurna pengesahan APBK segera dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, guna memastikan roda pemerintahan dan pembangunan daerah dapat berjalan optimal tanpa hambatan lebih lanjut.

    Upaya Wagub memediasi tersebut turut didampingi oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir, Asisten Administrasi Umum Murthala, dan Inspektur Aceh. []


    2026-04-18


  • Wagub Fadhlullah Sambut Mendagri, Bahas Tata Kota dan Penguatan Daerah dalam Raker APEKSI 2026

    Wagub Fadhlullah Sambut Mendagri, Bahas Tata Kota dan Penguatan Daerah dalam Raker APEKSI 2026

    Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat mendampingi Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D, menghadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

    Wagub Fadhlullah Sambut Mendagri, Bahas Tata Kota dan Penguatan Daerah dalam Raker APEKSI 2026

    2 weeks ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, PEMERINTAHAN

    148 Views

    Related Articles

    Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, menyambut kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Senin (20/4), dalam rangka menghadiri Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Banda Aceh.

    Pada kegiatan yang mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat, Kolaborasi Erat” tersebut, Mendagri hadir sebagai keynote speaker dan menyoroti tantangan besar yang dihadapi daerah dalam menghadapi laju urbanisasi di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa saat ini sekitar 56 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, sementara 44 persen lainnya masih berada di desa, sehingga pembangunan kota dan desa harus berjalan seimbang agar urbanisasi tidak menimbulkan persoalan baru di kawasan perkotaan.

    Mendagri menekankan pentingnya konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan tata ruang kota yang terencana dengan baik. Menurutnya, kota yang nyaman adalah kota yang memiliki ruang hijau yang memadai, ramah bagi pejalan kaki, serta mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

    Mendagri mengingatkan bahwa pembangunan kawasan komersial tidak boleh mengabaikan kualitas tata ruang yang menjadi fondasi utama pembangunan kota berkelanjutan, “kota yang bagus adalah kota yang memiliki desain tata ruang yang baik, memperbanyak ruang hijau, dan ramah bagi pejalan kaki, karena itu akan menunjang kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Tito juga mengingatkan seluruh kepala daerah agar menjaga integritas dalam setiap kebijakan serta menghindari praktik korupsi maupun pemborosan anggaran. Di tengah ketidakpastian global, ia meminta seluruh pemerintah daerah agar tetap fokus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi karena hal tersebut berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.

    Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan penyerahan surat pernyataan kesediaan bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Medan dan Pemerintah Kota Pematang Siantar kepada Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bener Meriah sebagai bentuk dukungan bagi daerah yang terdampak bencana.

    Usai kegiatan, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh melanjutkan kunjungan ke Masjid Raya Baiturrahman. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyerahkan bantuan operasional berupa satu unit Toyota Hiace kepada pengurus Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh guna mendukung aktivitas pelayanan masjid. []


    2026-04-20


  • Sekda Aceh Buka BAA Talks, Dorong Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Generasi Muda

    Sekda Aceh Buka BAA Talks, Dorong Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Generasi Muda

    Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, saat membuka “BAA Talks” (Banda Aceh Academy) Seminar Nasional bertema Leading Regions, Shaping Indonesia’s Future yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh, di Gedung AAC Dayan Dawod, Banda Aceh, Rabu (22/4/2026).

    Sekda Aceh Buka BAA Talks, Dorong Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Generasi Muda

    2 weeks ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, PEMERINTAHAN

    105 Views

    Related Articles

    Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka kegiatan Banda Aceh Academy Talks (BAA Talks) yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-821 Kota Banda Aceh.

    Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BAA Talks. Ia menilai, forum yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan generasi muda tersebut menjadi wadah bertukar gagasan, pengalaman, serta inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

    Selain itu, M. Nasir menyebutkan bahwa kepala daerah saat ini tidak hanya dituntut mampu menjalankan pemerintahan secara administratif, tetapi juga harus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Kepemimpinan daerah hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam konteks tersebut, forum seperti seminar ini menjadi sangat penting. Dari sinilah kita bisa saling menguatkan, saling belajar, dan mempercepat kemajuan bersama,” ujar M. Nasir.

    Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa kota memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan pelayanan publik. Karena itu, sinergi antarpemimpin daerah dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pembangunan yang terintegrasi dan berdampak luas bagi masyarakat.

    Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan dialog interaktif yang bertujuan untuk membuka wawasan generasi muda, membangun jejaring, menumbuhkan semangat inovasi dan kepemimpinan, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik di berbagai daerah dan sektor.

    Illiza menambahkan, kegiatan yang bertemakan “Leading Regions, Shaping Indonesia’s Future” itu diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk menjadi pemimpin yang adaptif, visioner, dan juga berdampak. Menurutnya, kegiatan ini juga ditargetkan dapat mendorong peningkatan tenaga kerja lokal, berkurangnya pengangguran generasi muda, tumbuhnya start up dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Kota Banda Aceh.

    “Melalui kegiatan ini, kita targetkan peningkatan tenaga kerja lokal, berkurangnya pengangguran generasi muda, tumbuhnya start up dan usaha kreatif, serta meningkatkan daya saing kota Banda Aceh,” kata Illiza.

    BAA Talks turut diisi oleh sejumlah tokoh sebagai pembicara utama, yakni Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, serta Founder ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian. []


    2026-04-22


  • Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

    Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

    Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, didampingi Sekda Aceh M. Nasir, S.IP, MPA, menyerahkan plakat saat menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, beserta jajaran dalam rangka Penandatanganan Kerjasama antara Pemerintah Jawa Tengah dengan Pemerintah Aceh, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Kamis (23/4/2026).

    Terima Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Mualem Perkuat Sinergi Antar Daerah

    2 weeks ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, NASIONAL, PEMERINTAHAN

    119 Views

    Related Articles

    Banda Aceh – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf (Mualem), didampingi Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, S.IP., MPA, serta Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Drs. Syakir, M.Si, menerima kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., beserta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (23/4).

    Kunjungan kerja tersebut dilakukan dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya pada bidang industri dan perdagangan, penyelenggaraan urusan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta ketahanan pangan.

    Melalui pertemuan tersebut, kedua provinsi berkomitmen dengan menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama sekaligus menetapkan beberapa sektor prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Melalui kerja sama ini, kedua pemerintah daerah memproyeksikan nilai transaksi mencapai Rp1,065 triliun sebagai langkah nyata dalam membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

    Dalam sambutannya, Mualem menyampaikan bahwa kerja sama antar daerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat pembangunan yang saling mendukung dan berkelanjutan. Ia menjelaskan, Aceh memiliki berbagai potensi unggulan mulai dari sektor pertanian, kelautan, perdagangan, hingga pariwisata berbasis budaya dan religi yang dapat dikembangkan melalui sinergi bersama daerah lain.

    “Kerja sama ini kami harapkan tidak hanya mempererat hubungan antara Aceh dan Jawa Tengah, tetapi juga mampu melahirkan langkah konkret yang memberi manfaat besar bagi kedua daerah serta pembangunan nasional secara keseluruhan,” ujar Mualem.

    Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menjelaskan terkait pentingnya membangun pemerintahan yang kolaboratif dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini. Ia menyebutkan bahwa setiap daerah memiliki potensi yang dapat saling melengkapi untuk memperkuat kemandirian fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Melalui collaborative government seperti ini, potensi kemandirian fiskal dapat menjadi senjata utama dalam mengembangkan daerah secara bersama-sama, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Ahmad Luthfi menilai, sinergi antar daerah merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung perkembangan daerah. Ia berharap kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terus diperluas ke berbagai sektor strategis lainnya, sehingga menjadi fondasi kuat bagi kemajuan bersama di masa mendatang. []


    2026-04-23


  • Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat

    Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat

    Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2026 yang bertema “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis, (23/4/2026).

    Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Bantuan Besar Pemerintah Pusat

    2 weeks ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, Pembangunan

    192 Views

    Related Articles

    BANDA ACEH--Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, membuka Musrenbang RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/04/2026).

     

    Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh ini diikuti pejabat dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat seperti Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI, hingga unsur daerah seperti Forkopimda Aceh, DPR Aceh, Sekda Aceh, kepala SKPA, bupati/wali kota, LSM, serta pers.

     

    Dalam forum tersebut, Mualem menyampaikan bahwa RKPA merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

     

    Mualem menyebut tema pembangunan tahun ini adalah “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, seraya berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

     

    Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp40 triliun untuk pemulihan. Namun, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.

     

    “Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” ujar Mualem.

     

    Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.

     

    Saat ini, bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan, menurutnya, belum tersentuh.

     

    Mualem mengungkapkan, di sejumlah wilayah pedalaman masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.

    Ia berharap pada tahun ini terjadi perubahan signifikan dalam upaya pemulihan.

     

    “Semuanya pasti tahu kondisi ini, dan kita harap bisa berubah secepat mungkin,” kata Mualem.

     

    Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lingkungan, khususnya sungai yang mulai melebar dan kuala di kawasan pesisir yang belum tertangani dengan baik.

     

    Menurutnya, jika kuala di tepi laut tidak segera dibenahi, hal itu akan menjadi ancaman serius karena aliran air dari gunung tersumbat dan tidak dapat mengalir ke laut.

     

    Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas nelayan yang harus menunggu air pasang untuk melaut.

     

    Mualem menambahkan, pihaknya telah berupaya keras mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan kuala. Jika tidak segera ditangani, banjir di masa mendatang berpotensi menimbulkan dampak yang lebih parah.

     

    Untuk itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan dari Kementerian Kelautan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. []


    2026-04-23


  • Seni Adaptasi Nandong Smong Meriahkan Panggung HKB Banda Aceh

    Seni Adaptasi Nandong Smong Meriahkan Panggung HKB Banda Aceh

    Seni Adaptasi Nandong Smong Meriahkan Panggung HKB Banda Aceh

    7 days ago
    Kebencanaan

    98 Views

    Related Articles

    BANDA ACEH — Panggung peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026), diramaikan oleh penampilan Seni Adaptasi *Nandong Smong* yang memadukan kearifan lokal dengan pesan edukasi kebencanaan.

    Pertunjukan ini dibawakan oleh tim kolaborasi yang terdiri dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), FASTANA-TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK), mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK, serta alumni Student Exchange KMITL–USK. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di kawasan CFD.

    Seni Adaptasi Nandong Smong merupakan pengembangan dari tradisi lisan masyarakat Simeulue yang menyampaikan pesan tentang tanda-tanda tsunami dan langkah penyelamatan diri. Karya ini pertama kali dikembangkan oleh Tim PECI dan PASMINA USK pada 2019, kemudian dikembangkan kembali oleh GEN-A agar lebih kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini.

    Dalam pertunjukan tersebut, pesan kebencanaan disampaikan melalui kombinasi puisi, musikalisasi, dan paduan suara yang menyentuh. Pembacaan puisi dibawakan oleh Denni Mulyani dan Ikrama Agung, sementara paduan suara dan musikalisasi puisi diisi oleh Mina Shafira, Raihana Ulfa, Nanda Perdana Wartin, Safiratun Nadia, Farras, Munadi, dan Ikmaldi Nabawi.

    Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, yang juga merupakan pembina tim adaptasi *Nandong Smong* dan mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan USK, menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam edukasi kebencanaan.

    “Nandong Smong bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi media edukasi yang hidup. Melalui pendekatan budaya, pesan kesiapsiagaan menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

    Menurut Imam, penggabungan unsur seni dan ilmu kebencanaan menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran risiko secara berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

    “Tradisi seperti Smong telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa di masa lalu. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengemasnya kembali agar tetap relevan dengan konteks kekinian,” katanya.

    Pembina Panitia HKB USK, Dr. Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure., IPM, menyampaikan bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan budaya lokal menjadi pendekatan strategis dalam edukasi kebencanaan.

    “Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ketika pesan disampaikan melalui budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, maka pemahaman akan terbentuk lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Panitia HKB USK, Salwa Fitria Ibrahim, menilai kehadiran Seni Adaptasi *Nandong Smong* menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan HKB tahun ini.

    “Kami ingin menghadirkan edukasi kebencanaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan membumi. Melalui seni, masyarakat bisa belajar tanpa merasa digurui,” katanya.

    Peringatan HKB 2026 di Banda Aceh sendiri diselenggarakan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan berbagai pihak seperti BNPB, BPBA, BPBD, Universitas Syiah Kuala, Universitas Ubudiyah Indonesia, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, serta berbagai komunitas dan organisasi kemanusiaan lainnya.

    Kolaborasi lintas sektor ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Pendekatan yang menggabungkan edukasi, budaya, dan kerja sama multipihak dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

    Kehadiran Seni Adaptasi Nandong Smong dalam rangkaian kegiatan ini menjadi simbol bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada teknologi dan sistem peringatan dini, tetapi juga pada kekuatan budaya dan ingatan kolektif masyarakat.

    Melalui pendekatan ini, diharapkan nilai-nilai kesiapsiagaan dapat terus diwariskan lintas generasi, menjadikan masyarakat Aceh semakin tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

    Penulis,
    Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A


    2026-04-27


  • Ketum Posyandu: Dari Langkahan, Kita Gaungkan Hari Posyandu ke Seluruh Indonesia

    Ketum Posyandu: Dari Langkahan, Kita Gaungkan Hari Posyandu ke Seluruh Indonesia

    Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian, saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, di komplek Huntara Gampong Tanjong Dalam Selatan, Aceh Utara, Rabu (29/4/2026).

    Ketum Posyandu: Dari Langkahan, Kita Gaungkan Hari Posyandu ke Seluruh Indonesia

    5 days ago
    Berita Terbaru, Kab. Aceh Utara, KESEHATAN, LINTAS ACEH, PEMERINTAHAN

    71 Views

    Related Articles

    ACEH UTARA – Menumbuhkan semangat untuk bangkit pasca bencana serta sosialisasi 6 SPM Posyandu merupakan salah satu alasan dipilihnya Kecamatan Langkahan sebagai lokasi puncak peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian, saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, di komplek Huntara Gampong Tanjong Dalam Selatan, Rabu (29/4/2026) pagi.

    “Alhamdulillah, hari ini saya bisa hadir di Langkahan untuk bersilaturrahmi dan menunaikan janji untuk datang menemui langsung masyarakat di Langkahan ini. Dari Langkahan, Kita Gaungkan Hari Posyandu ke Seluruh Indonesia,” ucap Tri Tito.

    “Mari kita jadikan momentum ini untuk menguatkan semangat kita untuk bangkit pasca bencana hidrometereologi yang melanda 18 kabupaten dan kota di Aceh pada akhir November tahun lalu,” sambung Tri Tito.

    Karena itu, Tri Tito mengajak semua pihak untuk menjadikan Peringatan Hari Posyandu sebagai sebuah tekad untuk menjaga masyarakat dari berbagai macam paparan penyakit melalui imunisasi dan vaksinasi.

    “Semoga Hari Posyandu menyatukan kita semua, memperkuat semangat kita dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui 6 Bidang SPM Posyandu,” kata Tri Tito.

    Sebagaimana diketahui, 6 Standar Pelayanan Minimum Posyandu merupakan langkah transformasi Posyandu menjadi pusat layanan terintegrasi yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman & ketertiban umum, serta sosial.

    Konsep ini bertujuan memperluas layanan yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak tetapi juga sosial kemasyarakatan.

    “Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan hari ini. Kepada masyarakat Langkahan serta masyarakat Aceh yang terimbas bencana hidrometereologi, kami berpesan untuk tetap bersabar, jangan putus asa dan tetap semangat,” kata Tri Tito berpesan.

    Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh Marlina Muzakir, usai kegiatan mengajak para kader Posyandu untuk menjalankan arahan Ketum Posyandu dalam mewujudkan layanan komprehensif dengan melaksanakan 6 bidang SPM Posyandu.

    “Kami mengajak para kader untuk menyukseskan program Posyandu serta mengikuti dan menjalankan arahan Ibu Ketum yaitu terkait pelaksanaan 6 Bidang SPM Posyandu demi menghadirkan pelayanan yang komprehensif bagi masyarakat kita,” imbau perempuan yang akrab disapa Kak Na itu.

    Pada kesempatan tersebut, Kak Na juga mengapresiasi TP Posyandu Pusat yang telah memilih Aceh sebagai tuan rumah perdana pada peringatan Hari Posyandu Nasional 2026.

    “Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada Ibu Ketum dan jajaran TP Posyandu yang telah menunjuk Aceh sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Puncak Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026. Ini tentu menjadi momentum penting bagi kami untuk bangkit pasca bencana serta terus berbenah dalam upaya memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujar Kak Na.

    Sementara itu, terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, istri Gubernur Aceh itu mengimbau masyarakat untuk tetap semangat dan bersabar karena prosesnya terus berjalan.

    “Insya Allah, hingga hari ini Pemerintah terus bekerja keras dalam menata kembali kabupaten dan kota yang terimbas bencana melalui upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, kita tentu harus tetap semangat dan bersabar,” imbau Kak Na.

    Di Gampong Tanjong Dalam Selatan, Kak Na bersama Wakil Ketua TP Posyandu Aceh Mukarramah Fadhlullah turut mendampingi Ketum TP Posyandu Pusat saat menyalurkan bantuan dari Posyandu dan TP PKK Pusat.

    Bantuan yang disalurkan hari ini berupa alat olahraga, paket sembako, paket alat ibadah paket teknologi dan pembelajaran laptop infocus dan giant screen serta buku bacaan untuk siswa SD Negeri 2, SD Negeri 3 dan SD Negeri 7 Kecamatan Langkahan.

    Kegiatan di Huntara Gampong Tanjong Dalam Selatan ditutup dengan pelaksanaan Senam Kesegaran Jasmani bersama masyarakat dan siswa dari ketiga SD Negeri tersebut serta penyerahan Makanan Bergizi Gratis bagi siswa, Lansia serta Ibu Hamil dan menyusui di komplek Huntara tersebut. []


    2026-04-29


  • Peringati Hari Posyandu Nasional di Langkahan, Ketum Posyandu Sosialisasi 6 SPM

    Peringati Hari Posyandu Nasional di Langkahan, Ketum Posyandu Sosialisasi 6 SPM

    Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh, Ny. Marlina Muzakir bersama Wakil Ketua Posyandu Aceh, Ny. Mukarramah Fadhlullah, saat menyerahkan paket bantuan kepada masyarakat pada pada puncak peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Rabu (29/4/2026).

    Peringati Hari Posyandu Nasional di Langkahan, Ketum Posyandu Sosialisasi 6 SPM

    5 days ago
    Berita Terbaru, Kab. Aceh Utara, KESEHATAN, LINTAS ACEH

    158 Views

    Related Articles

    ACEH UTARA – Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian, memanfaatkan momentum peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 untuk menyosialisasikan 6 Standar Minimal Pelayanan Posyandu.

    Hal tersebut disampaikan oleh istri Menteri Dalam Negeri RI itu, dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Posyandu Nasional 2026, yang di pusatkan di Lapangan Gampong Geudumbak Kecamatan Langkahan, Rabu (29/4/2026).

    “Berbeda dengan fungsi Posyandu sebelumnya, kini pasca terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, Posyandu bertransformasi menjadi pusat layanan terintegrasi yang mencakup 6 Standar Pelayanan Minimal,” ujar Tri Tito.

    “Dengan terbitnya Permendagri ini, maka layanan di Posyandu tidak lagi hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup 6 bidang dasar, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketentraman dan ketertiban umum,” sambung Tri Tito.

    Untuk menyukseskan transformasi ini, Tri Tito mengajak seluruh kader Posyandu untuk mempelajari, memahami dan menguasai 6 SPM Posyandu agar bisa diterapkan secepatnya dan sebaik mungkin.

    Di lokasi tersebut, Tri Tito didampingi Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh Marlina Muzakir dan Wakil Ketua TP Posyandu Aceh Mukarramah Fadhlullah, juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat yang memanfaatkan kehadiran Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh.

    Tri Tito dan rombongan juga sempat meninjau gerai MBG dan berdialog dengan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, Tri Tito bersama Kak Na dan Sekretaris Umum TP Posyandu Safriati Safrizal turut membagikan bantuan paket sembako, peralatan ibadah, peralatan dapur dan peralatan sekolah.

    Tri Tito dan rombongan selanjutnya bertolak ke Posyandu Bungong Meulu yang berada di Huntara Gampong Ulee Reubek Timu Kecamatan Seunuddon.

    Tri Tito berpesan kepada masyarakat Ulee Reubek Timu untuk lebih serius dalam mendidik anak-anak dan tidak semata melepaskan pendidikan anak hanya pada lembaga pendidikan formal.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bekerja sama dalam mempersiapkan generasi muda kita, anak-anak kita para calon pemimpin bangsa di masa depan dengan perencanaan-perencanaan dan pendampingan bagi buah hati kita agar mereka menjadi pribadi yang cerdas, tangguh dan berdaya saing global di masa mendatang,” imbau Tri Tito.

    Senada dengan Ketum TP Posyandu, usai kegiatan, Ketua TP Posyandu Aceh Marlina Muzakir, juga mengajak orang tua memberikan fokus lebih pada anak-anak.

    Pendidikan formal di sekolah tentu penting, tapi tentu tidak cukup. Kita sebagai orang tua tentu juga punya tanggungjawab besar mendidik ananda kita. Karena itu, saya sepakat dengan Ibu Ketum, bahwa di lingkungan rumah, orang tua juga memiliki tanggung jawab mendidik anak-anak kita. Mulai dari adab, akhlak dan etika bahkan bisa juga pendidikan keterampilan,” ucap Kak Na.

    Di Gampong Ulee Reubek Timu, Tri Tito bersama Kak Na dan Wakil Ketua TP Posyandu Aceh juga menyerahkan bantuan paket Sembako, paket alat dapur, paket peralatan sekolah dan paket Snack untuk anak. []


    2026-04-29


  • Wagub Fadhlullah Tekankan Implementasi Deep Learning dan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Hardiknas 2026

    Wagub Fadhlullah Tekankan Implementasi Deep Learning dan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Hardiknas 2026

    Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, menyampaikan amanat saat bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) Tahun 2026, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (4/5/2026).

    Wagub Fadhlullah Tekankan Implementasi Deep Learning dan Peningkatan Mutu Pendidikan Pada Hardiknas 2026

    4 hours ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, PEMERINTAHAN, PENDIDIKAN

    35 Views

    Related Articles

    Banda Aceh – Pemerintah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning) sebagai prioritas dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional, sebagai langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing.

    Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, saat bertindak sebagai pembina upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Senin (4/5).

    Dalam kesempatan tersebut, Wagub Fadhlullah membacakan secara langsung amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Ia menyampaikan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dilaksanakan secara tulus untuk memanusiakan manusia, sekaligus menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab.

    Lebih lanjut, Fadhlullah menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mendukung implementasi pembelajaran mendalam, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan akses pendidikan melalui layanan yang mudah, terjangkau, dan fleksibel.

    “Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus,” ujar Wagub Fadhlullah.

    Selain itu, Fadhlullah juga menyampaikan bahwa dalam 18 bulan terakhir, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperkuat fondasi pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan regulasi serta sinergi empat pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Ia menambahkan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, hingga mitra pendidikan yang selama ini berkontribusi aktif dalam memajukan pendidikan.

    Upacara peringatan Hardiknas 2026 di lingkungan Pemerintah Aceh berlangsung khidmat dan turut diikuti oleh unsur Forkopimda Aceh, para Asisten Sekda Aceh, jajaran Kepala SKPA terkait, para kepala sekolah, serta perwakilan siswa dari sejumlah sekolah di Banda Aceh sebagai peserta upacara. []


    2026-05-04


  • Pemerintah Aceh Berikan Gedung VVIP Bandara SIM untuk Layanan Haji 2026

    Pemerintah Aceh Berikan Gedung VVIP Bandara SIM untuk Layanan Haji 2026

    Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat memberikan keterangan pers usai pelaksanaan upacara apel siaga panitia embarkasi haji Aceh, di Aula Kantor Kemenhaj Aceh, Banda Aceh, Senin, (4/5/2026).

    Pemerintah Aceh Berikan Gedung VVIP Bandara SIM untuk Layanan Haji 2026

    4 hours ago
    Berita Terbaru, LINTAS ACEH, Pelayanan, PEMERINTAHAN

    60 Views

    Related Articles

    BANDA ACEH – Pemerintah Aceh tahun ini menghadirkan layanan khusus bagi calon jemaah haji dengan memanfaatkan gedung VVIP di Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai jalur boarding keberangkatan.

    Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang didampingi Kepala Kanwil Kemenhaj Aceh, Arijal, usai apel siaga Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Senin (4/5/2026).

    Menurut Fadhlullah, penggunaan gedung VVIP yang selama ini diperuntukkan bagi pejabat negara merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem–Dek Fadh untuk meningkatkan pelayanan kepada jemaah haji.

    “Ini merupakan program Pemerintah Aceh yang memprioritaskan pelayanan bagi calon jemaah haji Aceh,” ujarnya.

    Fadhlullah menjelaskan, proses pemeriksaan X-ray untuk barang bawaan dan jemaah akan dilakukan di asrama haji. Dengan demikian, saat tiba di bandara, jemaah tidak lagi melalui prosedur pemeriksaan dan dapat langsung menuju pesawat melalui fasilitas VVIP.

    Lebih lanjut, Fadhlullah menyebutkan, kelompok terbang (kloter) pertama calon jemaah haji Aceh dijadwalkan mulai masuk ke asrama haji pada Selasa (5/5/2026) sore untuk mengikuti proses pelepasan. Selanjutnya, pemberangkatan menuju Tanah Suci akan dilakukan pada dini hari, Rabu (6/5/2026).

    Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur juga mengingatkan seluruh petugas haji agar memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah dengan penuh tanggung jawab selama proses penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. []


    2026-05-04